Puisi ini lahir dari ruang sunyi yang pernah gelap, dari perjalanan jiwa yang sempat jauh sebelum akhirnya rindu pulang. “Sisi Suram” bukan tentang mengungkit masa lalu, melainkan tentang keberanian mengaku bahwa setiap manusia pernah tersesat, dan setiap tersesat selalu memiliki jalan kembalinya.
Dari kesadaran akan tersesat itu pula, lahir pertanyaan yang lebih dalam. Bukan lagi tentang sejauh apa perjalanan ditempuh, melainkan tentang arah dan niat yang menuntun langkah. Sebab tidak setiap jalan pulang ditentukan oleh kemegahan, dan tidak setiap kapal yang tampak kuat ditakdirkan membawa keselamatan. Di sanalah perenungan tentang niat bermula, antara Titanic yang diagungkan manusia dan Kapal Nuh yang dipilih Tuhan.
Sisi Suram
Masa jahil itu pernah singgah,
melaju tanpa arah, tanpa penunjuk pulang.
Kupandang jalan ke utara,
sunyi,
tak ada apa-apa,
selain hati yang perlahan kehilangan cahaya.
Himpitan kebendaan mencengkeram,
harta bersemayam di jiwa-jiwa yang bungkam.
Suara hati meredup,
memilih diam
saat dunia terlalu riuh untuk didengar.
Aku pernah tenggelam,
dalam kesenangan fatamorgana yang kelam.
Dada sesak dihantam hampa,
godaan menggerogoti perlahan
seperti api sekam,
tak terlihat, namun membakar diam-diam.
Di sana, kebaikan dan keburukan
saling mencengkeram tanpa ampun.
Pernah pula aku terperangkap
dalam sunyi jiwa yang mencekam,
di tepi jurang kejahiliaan yang curam.
Rasa takut akan Jahannam menyeret langkah,
hingga malam-malam panjang
mengajakku bergumam dalam lirih doa.
Maka kutuliskan kata penyesalan dengan tinta paling jujur,
putih,
seperti nasihat dalam bait-bait gurindam.
Aku ingin meninggalkan sisi suram,
kembali pada agama
yang sejak awal tertanam dalam dada.
Semoga Tuhan berkenan menerima pulang,
menakdirkan tempat terakhir
di Darussalam.
Jika bait-bait ini terasa dekat,
mungkin karena kita pernah berdiri di lorong yang sama.
Semoga kata-kata ini tidak berhenti sebagai kenangan luka,
tetapi menjadi saksi
bahwa pulang selalu mungkin,
selama hati masih mau mengetuk pintu ampunan-Nya.
MasyaAllah shafa
BalasHapusMasya Allah🥰
BalasHapusbagus nya masya Allah
BalasHapusTerima kasih atas tabggapan anda.
BalasHapusTerima kasih atas tanggapan anda
BalasHapus